Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Belajar Menerjemah dengan Kelaziman Bukan dengan Kaidah

Gambar
Proses induksi dan deduksi yang saling terjalin dalam teori linguistik penerjemahan dapat kita kaji dengan mempelajari lebih seksama dua paragraf yang diambil dari sebuah tinjauan linguistik dalam bidang ini secara populer, Discourse and the Translator (1990) karya Basil Hatim dan Ian Mason. Sebagai contoh, mereka mengkritisi pendekatan linguistik J.C. Catford terhadap penerjemahan, yang kelihatannya lebih banyak berhubungan dengan keinginan untuk menyusun rumusan abstrak daripada pendekatan linguistik yang dilakukan dengan pengalaman aktual penerjemah dalam menerjemahkan: Namun, pembahasan ini (menurut Catford) lebih banyak membicarakan perbedaan struktural di antara sistem bahasa daripada tentang individu dan komunikasi lintas hambatan budaya, serta mengeluarkan kalimat dari konteksnya alih-alih teks yang nyata. Dengan demikian, teori penerjemahan telah menjadi cabang ilmu linguistik kontrastif, dan masalah pener jemahan menjadi persoalan persamaan-perbedaan di antara berbagai baha...